Pages

Jumat, 15 April 2011

Air Terjun Niagara (Niagara Fall)

Air Terjun Niagara adalah air terjun yang sangat besar di sungai Niagara yang berada di garis perbatasan internasional antara New York, AS dengan propinsi Ontario, Kanada. Air terjun ini berjarak sekitar 17 mil (27 km) sebelah utara barat laut dari Buffalo, New York dan 75 mil (120 km) tenggara Toronto, Ontario. Kedalaman rata-rata sungai Niagara adalah sekitar 16 kaki, dengan kecepatan arus 6 sampai 8 mil per jam.

Niagara sebenarnya merupakan nama sekelompok air terjun yang terdiri dari tiga air terjun. Dua air terjun utama adalah air terjun Horseshoe yang berada di sisi Kanada (kadang-kadang disebut sebagai air terjun Kanada) dan air terjun Amerika, yang berada di sisi Amerika Serikat, Keduanya dipisahkan oleh Pulau Kambing. Sedangkan yang lebih kecil yakni air terjun Bridal Veil, yang juga berada di wilayah Amerika Serikat, air terjun ini terpisahkan dari air terjun utama, oleh sebuah pulau bernama Luna Island.
Air terjun Niagara terbentuk ketika gletser menjadi surut, pada masa akhir “Wisconsin glaciations” (zaman es terakhir). Air yang terjadi, membentuk danau besar dan mengukir jalan melalui lereng curam Niagara menuju ke Samudra Atlantik.

Meski tidak terlalu tinggi (51 m), air terjun Niagara merupakan air terjun yang sangat lebar dan terpopuler di dunia. Lebih dari 212.000 kaki kubik air, dialirkan perdetiknya atau 6 juta kaki kubik (168.000 m3) air per menit, dijatuhkan pada saat alirannya sedang tinggi, sedangkan rata-rata, sekitar 4 juta kaki kubik (110.000 m3). Ini merupakan air terjun yang paling kuat di Amerika Utara.
Air terjun Niagara juga terkenal akan keindahan pelanginya, yang melintang di tengah derasnya air terjun. Keindahan alam yang terdapat di sekeliling Niagara membuat jutaan orang mengunjunginya setiap hari. Apalagi kalau bukan untuk melihat air terjun yang paling populer ini. Sehingga, devisa pun banyak mengalir bagi kedua negara ini. Niagara juga digunakan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik.
Dengan potensi yang dimilikinya, menjadikan Niagara sebagai tempat rekreasi, sarana komersial, dan sarana industri sejak tahun 1800-an.

Puncak jumlah pengunjung, biasanya terjadi di musim panas, ketika air terjun Niagara menjadi daya tarik yang luar biasa, baik siang maupun malam hari. Dari sisi Kanada, lampu sorot menerangi kedua sisi air terjun selama beberapa jam setelah gelap (sampai tengah malam).
Jumlah pengunjung pada tahun 2008 diperkirakan akan mencapai 20 juta dan pada tahun 2009, diharapkan dapat mencapai lebih dari 28 juta wisatawan, setahun. Atraksi wisata yang tertua dan paling diminati di air terjun Niagara adalah kapal pesiar Maid of the Mist, yang juga merupakan nama sebuah mitos India kuno Ongiara, yang membawa penumpang ke dalam pusaran air di bawah Falls sejak 1846. Kapal pesiar beroperasi dari dermaga perahu di kedua sisi air terjun.

Air Terjun Niagara Membeku

Sejarah mencatat bahwa derasnya air terjun Niagara pernah dikalahkan oleh dinginnya suhu dunia, sehingga air terjun Niagara mengalami kebekuan, yaitu tahun 1911 dan 1948. Pagi hari itu, pada tanggal 29 Maret 1948 merupakan hari istimewa. Para turis yang mengunjungi air terjun Niagara ini terheran-heran saat air terjun itu berhenti mengalir. Mereka menyaksikan air terjun itu mengering, cuma menyisakan bebatuan dengan beberapa genangan air di dasar aliran sungai.

Apa yang membuat Niagara mengering? Angin kencang dan bongkahan besar es rupanya telah memblokir aliran Danai Erie yang menjadi sumber air terjun Niagara, sehingga air terjun tersebut menjadi “lenyap”. Kira-kira tiga puluh jam setelah Niagara berhenti mengalir, bongkahan es tadi pecah, dan selanjutnya aliran kencang air kembali mengalir, dan air terjun Niagara kembali menggemuruh, hingga saat ini. Sebenarnya air terjun Niagara tidak benar-benar beku total. Sekitar 6 kaki dibawah permukaan es, airnya masih tetap mengalir.
Apapun sebabnya, tetap saja fenomena bekunya air terjun Niagara menjadi primadona tersendiri bagi sejarah ilmu pengetahuan dunia. Betapa tidak, air terjun yang perkasa itu ternyata pernah dikalahkan oleh dinginnya suhu dunia. Dan foto-foto yang ditemukan pada era sebelum perang dunia kedua ini, menjadi bukti otentik yang langka, yang menjadi saksi abadi betapa dinginnya suhu dunia pada saat itu.
Modifikasi : Sri Mulyanti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar